Apayang harus dilakukan oleh seorang wanita agar ia bisa menjadi muslimah sejati? Jawab: Wajib bagi seseorang, baik laki-laki atau perempuan untuk masuk ke dalam agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa di bulan suci ramadhan, berhaji ke ka'bah (makkah), dan juga komitmen di atas rukun iman , yaitu: Dakwahharus dilakukan secara perlahan dan sedikit demi sedikit. Memaksakan orang lain untuk menerima apa yang kita sampaikan, sama saja dengan merasa diri sendiri paling benar, apalagi sampai menyalahkan. Ajaklah seseorang dengan cara yang baik dan lemah lembut. Dengan kata yang bisa diterima orang banyak. 6 Sebaiknya Anda tak perlu bingung memilih Baju Muslimah untuk pesta. Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Contoh, gabungkan batik berbahan katun dengan selendang organdi yang serasi ataupun membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir. Menjadiseorang muslimah sejati memang mempuanyai banyak tantangan, sebab disatu sisi kamu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya dan di sisi lain menjadi lebih baik dari sebelumnya memerlukan usaha yang keras, dan harus tetap tawakal. Kemudian jika kamu melakukan dua hal ini makan tanyanya kamu belum jadi muslimah sejati. Memilikiteman sejati untuk berbagi kehidupan adalah hadiah terbaik dalam hidup. 38 Kata-Kata Sahabat Sejati Persembahan buat Sosok Berarti dalam Hidup. Seorang teman sejati adalah seseorang yang memahami masa lalumu percaya akan masa depanmu dan menerima apa adanya dirimu Dream - Kata-kata buat teman bisa menggambarkan persahabatan yang kamu Keempat mengislamkan keluarga dan rumah tangga. Tidak cukup menjadi muslim seorang diri, karenanya seorang muslim yang sejati hendaknya dapat mengajak (berdakwah) dan berjuang agar masyarakat yang berada di sekitarnya juga menjadi masyarakat muslim yang sejati. Dan, masyarakat terdekat itu adalah keluarga. Kelima, mengendalikan hawa nafsu. Tipskecantikan wanita muslimah sejati - Menjadi Muslim cantik sejati apakah sulit? Pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan, apakah untuk b RENUNGANUNTUK PARA SUAMI Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى Istrimu adalah orang yang mengandung keturunanmu dengan susah payah selama 9 CSYkax. Advertisements Walaupun di zaman now ini banyak teman-teman muslimah kita yang yang makin jauh kehidupannya dari nilai-nilai islami, tetapi untungnya tidak sedikit juga teman-teman muslimah kita yang sudah mulai berhijrah. Hal ini bisa terlihat dari sikap mereka yang mulai banyak yang gemar memakai kerudung dan gamis syar’i, membaca buku-buku Islami, mengikuti kajian Islam, membaca serta membagikan postingan bernilai islami di sosial media, dan semangat tersebut adalah sesuatu yang bagus, dan sudah seharusnya kita mensyukuri dan merespek fenomena tersebut. Namun yang juga patut disayangkan adalah masih banyak juga yang belum menjadi muslimah sejati secara kaffah atau totalitas. Karena tidak jarang juga dari mereka yang masih gemar pacaran, mudah baper dan galau, mudah terpengaruh opini menyesatkan seperti kesetaraan gender, dan itulah diperlukan sikap untuk terus senantiasa memperbaiki diri, supaya dapat menjadi muslimah sejati seperti yang betul-betul diajarkan dan dicontohkan dalam Islam. Agar dapat menjadi seorang muslimah sejati, paling tidak ada 10 tips yang harus dilakukan seperti beberapa ulasan berikut Mengetahui dengan pasti jawaban dari beberapa pertanyaan mendasar Ada tiga pertanyaan mendasar yang sangat perlu kita tahu jawabannya, dimana pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi penentu dasar hidup kita dan akan menjadi ideologi dasar kita dalam menentukan perilaku kita sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut meliputi Dari mana asal-muasal manusia? Untuk apa manusia hidup di dunia ini? Akan ke mana ia setelah mati?Pada dasarnya semua orang pasti ingin megetahui jawaban-jawaban dari pertanyaan dasar itu terlebih ketika mereka sudah menapaki fase remaja atau dewasa. Karena bisa dibilang jawaban dari tiga pertanyaan mendasar itulah yang akan menjadi penentu “identitas” seseorang yang hendak mencari jati dirinya. Nah, seorang muslimah sejati haruslah dapat menjawabnya secara benar dengan penuh keyakinan. Sebagaimana tujuan hidup setiap orang Islam dalam mengarungi kehidupan ini, maka jawaban yang shahih adalah Manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala Tujuan hidupnya di dunia adalah untuk mengabdi kepada Allah Setelah wafat, manusia akan dibangkitkan kembali dan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan-pilihannya selama hidup di duniaIni merupakan keyakinan dasar seorang muslimah sejati, yang kemudian membuat kehidupannya akan jelas ada seseorang yang jawaban tidak demikian, maka bisa dipastikan orang tersebut keyakinan dasarnya tidak seperti itu juga, sehingga ia akan mudah gelisah, tidak terarah, dan hidupnya serasa hampa. Jika ia tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, pastinya dia akan melakukan apa saja sebebas-bebasnya tanpa ada batasan, serta tidak mau tahu dan peduli apakah perbuatannya itu diridhai Allah tau tidak. Menjadikan Islam sebagai gerbong terdepan Seperti pengibaratannya, yang namanya gerbong terdepan pasti bakal bersifat sebagai penggerak untuk diikuti oleh gerbong-gerbong lainnya yang berada di belakang. Nah, begitulah pengibaratan ketika seseorang menjadikan Islam sebagai gerbong terdepan. Mereka pun akan berusaha agar menggerakkan orang lain agar semakin banyak yang mau menerapkan nilai-nilai Islam. Diri mereka pastinya juga akan terus berupaya untuk memberi contoh akan hal itu sehingga mereka juga akan terus berusaha untuk membuat sikapnya dapat menjadi teladan. Mereka juga akan menjadikan Islam sebagai kebutuhan serta keinginannya. Muslimah sejati pastinya membuat Islam menjadi yang terdepan. Ketika ada kebutuhan dan keinginan, maka mereka juga pastilah mempertimbangkan apakah kebutuhan dan keinginan itu sesuai Islam. Hukum Islam juga pastinya menjadi prioritas utama bagi mereka. Mereka juga akan memilih agar keinginan dan kebutuhannya tidak boleh ada yang bertentangan dengan Islam dan harus ikut sesuai Islam. Mereka juga pasti memiliki prinsip-prinsip berikut; Yang wajib harus dikerjakan, tidak boleh ditinggalkan. Yang haram harus ditinggalkan dan dijauhi, tidak boleh dikerjakan. Jika mereka menemukan sesuatu hal tidak tahu hukumnya, mereka akan mencari tahu terlebih dulu boleh tidaknya hal itu pastinya juga tidak akan melakukan hal sebaliknya, yang justru menjadikan Islam seolah anak tiri karena lebih memprioritaskan hawa nafsu yang di terdepan. Jika hal itu yang dilakukan, justru berakibat fatal karena dapat mengotak-atik hukum Islam seenaknya sesuai hawa nafsu. Na’udzubillahiminzalik! Selalu semangat belajar dan terus belajar Meski berhijrah sendiri sudah sangat bagus dengan bermodalkan semangat, tapi tentunya. Semangat saja belum cukup. Akan lebih sempurna lagi apabila juga disertai dengan semangat tanpa ilmu justru dapat mengakibatkan hal fatal juga seperti sering menambah-nambahi hokum atau pun membolehkan yang dilarang dan juga melarang yang dibolehkan. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk senantiasa terus belajar dalam rangka meningkatkan ilmu dan pemahaman kita. Bentuk belajar kita untuk terus menggali ilmu terlebih ilmu agama bisa dengan beberapa cara, seperti membaca kitab, mendatangi majelis ilmu dan kajian.. Selalu menjaga kehormatannya Seorang muslimah sejati itu pastilah selalu menjaga kehormatannya. Salah satu hal tersebut dapat tercermin dari menutup auratnya ketika berada di tempat umum dan di bertemu dengan orang yang bukan mahramnya. Perlu diketahui jug ajika aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, sehingga seorang wanita muslimah sejati pastinya hanya akan mau menampakkan wajah dan telapak tangan ketika di tempat umum atau bertemu dengan orang bukan mahram. Hal tersebut wajib hukumnya, dan harus dilakukan secara istiqomah. Konsisten menjaga interaksinya dari yang tidak syar’i Menjaga interaksi juga merupakan salah satu bentuk menjaga kehormatan, sama wajibnya seperti menutup aurat. Salah satu bentuknya adalah tidak sembarangan berinteraksi dengan laki-laki yang bukan mahram atau berikhtilat dan berkhalwat. Berinteraksi dengan yang bukan mahram yang mereka lakukan hanyalah sebatas ketika ada keperluan saja. Contohnya seperti jual-beli, pendidikan, medis, ibadah, dan lain-lain. Tidak diperkenankan juga melakukan interaksi untuk hal-hal tidak penting seperti misalnya bercanda-canda apalagi sampai curhat-curhatan nggak yang lebih parah jika sampai pacaran. Atau dilarang juga mereka tidak berpacaran tapi banyak melakukan hal-hal layaknya orang pacaran seperti chatting-chatting. Wanita yang seperti itu pastilah akan mencemarkan kehormatannya sendiri. Mengajak teman-teman dan saudara-saudara lainnya untuk merasakan manisnya iman Islam Memang sangat nikmat sekali jika kita bisa semakin dekat dengan Allah SWT. Dan seorang muslimah sejati, pasti tidak hanya sekedar ingin menikmati nikmat itu sendirian saja. Dimana muslimah sejati tentunya tidak akan hanya membiarkan sebatas dirinya saja yang semakin dekat dan berimana kepada Allah SWT, namun tidak peduli dan tidak mau tahu apakah orang lain, terutama teman-teman dan saudaranya juga merasakan hal yang sama. Pastinya mereka juga ingin supaya orang lain terutama teman-teman dan saudara-saudaranya juga berhijrah agar bisa semakin dekat dengan Allah karena itulah, seorang muslimah sejati tidak hanya rajin menuntut ilmu dan beramal sholeh, tetapi juga rajin berdakwah. Dimana dakwah sendirikan ditujukan untuk untuk mengajak orang lain terutama teman-teman dan saudaranya agar sama-sama bisa merasakan manisnya nikmat iman, sehingga juga bisa membuat seseorang semakin dekat dengan Allah SWT. Selalu melatih diri untuk menjadi istri dan ibu yang baik Di zaman now ini tidak jarang juga wanita yang suka hura-hura, kelayapan seharian tanpa tujuan yang jelas, pacaran, berpakaian ketat dan seksi, sering menikmati musik dan film asing yang bisa memberi dampak buruk, terlalu lebay mengikutiusi fashion, asal pamer hasil selfie-nya ke publik, suka berikhtilat dan berkhalwat dengan laki-laki tanpa tujuan syar’i yang dibenarkan, dan waktu, tenaga, dan uang mereka banyak habis untuk hal-hal tidak bermanfaat, bahkan hal-hal yang cenderung membawa banyak kemudharatan, sehingga nyaris tidak pernah terpikirkan bahwa usia mereka akan terus bertambah dan pada akhirnya menjadi tua dan meninggal. Apakah mereka berpikir bahwa mereka akan senantiasa seperti itu selamanya, tak peduli usia terus bertambah yang juga akan mengerus kecantikan serta tenaga mereka? Dan apakah tak terpikirkan sedikit pun di benak mereka agar kelak mereka bisa menikah dan menjadi seorang ibu, sehingga mereka harus menyibukkan diri untuk bisa terus melatih agar dapat menjadi istri dan ibu yang baik?Sesungguhnya, muslimah sejati haruslah terus senantiasa melatih diri untuk mau belajar cara untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Sehingga mereka bisa mengetahui dan melaksanakan apa saja yang menjadi kewajiban seorang istri, apa saja hak-hak suami, kewajiban seorang ibu, hak-hak anak, bagaimana tips-tips menyenangi suami, bagaimana metode mendidik anak, bagaimana cara merawat anak-anak, tips-trik membeli peralatan rumah tangga, dan sebagainya. Ini akan sangat bermanfaat. Selain itu hal ini memang diharuskan dalam agama. Mereka juga harus berpikir bagaimana agar sebelum ajal menjemput, mereka dapat memiliki keturunan saleh dan salehah, yang bisa menjadi generasi penerus mereka untuk senantiasa berjuang menegakkan agama juga selayaknya berpikir daripada sibuk dengan kesengangan duniawi yang bisa menjerumuskan, lebih baik terus melatih diri serta banyak belajar guna menambah ilmu mengenai cara menjadi ibu dan istri yang baik. Karena itu akan sangat berguna agar mempunyai wawasan yang luas akjan hal itu. Dan itu juga sangat diperlukan dengan tujuan untuk bisa merawat suami dan anak-anak, dan bisa mencegah masalah besar yang dapat menimpa rumah tangga. Berusaha menjadi contoh yang baik bagi orang lain Musliah sejati pastilah senantiasa berusaha sebisa mungkin agar dapat menjadi teladan yang baik, baik teladan untuk suami, anak-anak, juga orang lain yang berada di seyogianya suamilah yang menjadi teladan bagi istrinya. Namun tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa suami tetaplah manusia biasa yang tidak bisa terlepas dari salah dan khilaf, sehinnga bisa saja ada kalanya sesekali suami bisa lepas control untuk melakukan suatu kesalahan dan khilaf yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Nah apabila hal ini terjadi, maka sang istri dapat mengingatkan sang suami agar suami menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Cara mengingatkannya dapat berupa kata-kata, atau memberikan contoh keteladanan yang baik. Dengan begitu, sang suami dapat menyadari kesalahan yang telah ia perbuat dan juga mendapat inspirasi dan semangat untuk terus memperbaiki diri sehingga ke depannya sang suami dapat terus menjadi pribadi yang lebih bagi suaminya, muslimah sejati pastinya harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka. Karena sudah sepatutnya apabila orang tua ingin mengajarkan suatu kebaikan pada anaknya dan ingin agar anaknya melakukan kebaikan tersebut, maka harus dimulai dari pribadi orang tua itu terlebih dahulu yang dapat memberikan banyak contoh kebaikan bagi anak-anak butuh latihan serta tekad dan kemauan yang keras agar seorang ibu dapat menjadi contoh yang baik bagi suami dan anak-anaknya, serta semua orang yang ada di Meski memang untuk menjadi teladan itu butuh proses. Hal ini memang membuthkan proses dan tidak bisa instan. Namun percayalah, dengan semangat, tekad, dan kemuan yang kuat, insyaAllah hal ini juga dapat diwujudkan dan sekiranya Allah juga akan membantu dalam memudahkan jalan untuk mewujudkan itu semua. Sering berprestasi dan memiliki banyak kontribusi Muslimah sejati pasti selalu berusaha agar senantiasa dapat berprestasi dan berkontribusi agar dapat membawa banyak manfaat bagi orang lain. Namun mungkin masih terpikirkan di benak cara yang bagaimana untuk dapat membuat seorang muslimah dapat berprestasi dan memiliki kontribusi yang bermanfaat bagi orang banyak? Sebenarnya ada beberapa cara penting sederhana yang dimulai untuk membantu mewujudkan semua itu. Intinya adalah kita berpikir mengenai bagaimana cara agar bisa memberkan banyak manfaat dan kontribusi bagi peradaban Islam. Hal itun dapat diwujudkan dengan beberapa cara seperti Berdakwah Membantu sang suami yang berjuang juga Membesarkan anak-anak yang sholeh dan sholehah Dan lain-lain.. Selalu rendah hati dan tidak sombong Meski kita semua tahu untuk menjadi seorang muslimah sejati butuh perjuangan serta garus memiliki kemauan dan tekad yang keras, ditambah tidak bisa diwujudkan dalam sekejap karena memang butuh proses dan tidak bisa instan, Namun ada suatu poin penting yang harus dilakukan oleh setiap orang yang sedang berusaha untuk membuat dirinya menjadis seorang muslimah sejati. Poin penting itu adalah selalu menjaga sikap dan kelakuan mereka agar tetap rendah hati dan low profile, serta tidak sombong. Selain sombong, mereka juga harus dapat menghindarkan diri dari beberapa perbuatan tidak baik seperti riya’, ujub, sum’ah, serta beberapa sikap buruk lain yang dapat mencemarkan citra mereka sebagai seorang muslimah menghindarkan dirinya dari perbuatan-perbuatan buruk yang dapat mencoreng imagenya sebagai muslimah sejati, mereka memang harus semakin memperbanyak diri untuk belajar, beramal, dan berdakwah. Dengan begitu insyaAllah akan membuat mereka untuk senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati, santun, berakhlak mulia, dan takut kepada hal lagi yang perlu ditekankan dan diketahui adalah menjadi muslimah sejati itu bukan lah suatu trend dan gaya-gayaan yang tujuannya untuk dipamerkan. Tetapi tujuan menjadi muslimah sejati hanyalah semata-mata untuk mencari ridha Allah, karena memang itulah tujuan hidup sejati seorang manusia. Sambungan artikel PERTAMA Mempraktikkan Islam hari ini, apakah mungkin? Dalam meniti jalan menjadi seorang Muslimah sejati, tentu Anda akan menghadapi berbagai dilema yang menyulitkan untuk mempraktikkan ajaran Islam pada akhir-akhir sekarang ini. Pada dasarnya, ketika kita mulai mempraktikkan Islam dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, kita akan menghadapi tantangan yang sebenarnya kita buat sendiri. Misalnya, pekerjaan kita, komitmen keluarga, dan aturan sosial yang membuat kita menjauh dari ibadah ritual yang saat ingin kita amalkan. Bahkan sebagai wanita, kita menghadapi banyak tantangan baik dari adat istiadat, budaya, pernikahan, dan lainnya. Satu hal yag Anda harus camkan adalah, di manapun Allah menempatkan diri Anda dalam kehidupan ini selama hal itu tidak haram,red, Anda bisa tetap berada di sana, pastikan tujuan utama untuk mendapatkan ridha Allah semata, dan berusahalah bersikap adil semampunya selama berada dalam segala kondisi. Kejayaan wanita bukanlah diukur dengan kompetisi kita dengan para lelaki agar setara dengan mereka. Kita punya tempat tersendiri dalam skema yang berbeda-beda. Serangan Media; Mempertahankan Perspektif Realitas adalah realita yang Allah Subhanahu Wata’ala kehendaki bisa terjadi. Kita tidak punya pilihan bagaimana dan seperti apa seharusnya sebuah kenyataan itu. Satu-satunya pilihan kita ialah menyerahkan begitu saja bagaimana sesuatu dan seperti apa hal tersebut berjalan, maka kita akan paham beberapa aspek tertentu mengenai realitas. Berbagai program TV membuat kita percaya bahwa ada sebuah dunia yang sempurna di sana, di mana semua sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tidak ada yang namanya dunia yang sempurna. Kesempurnaan hanya ada di kehidupan selanjutnya jika kita berhasil memasuki JannahNya. Kita harus memutuskan dari berbagai pilihan yang diberikan oleh Allah subhanahuwata’la kepada kita untuk bagaimana merespon realitas dan tidak tergelincir ke dalam khayalan atau terjebak tipuan dunia maya. Mengagumkan sekali bukan, bagaimana orang-orang terlihat cantik, kaya, dan bahagia di media sosial? Mereka terlihat sibuk jalan-jalan, bersenang-senang dengan teman-teman mereka, dengan make-up sempurna dan suami yang serasi disisi mereka dalam satu klik momen yang sempurna. Ini bukan kebetulan. Mereka ini pastinya telah melewati masa-masa sulit dan depresi, dan foto pasangan yang sempurna itu bisa jadi adalah satu dari sekian ratus klik kamera yang diambil. Stop mengukur kebahagiaan orang lain dari internet. Karena bisa jadi, mungkin mereka sedang butuh bantuan untuk menghindari tagihan pinjaman bank yang menggunung yang telah menjebak mereka dalam keputusasaan untuk terlihat kaya dan bahagia. Tinggalkan persaingan kotor Kita terjebak dalam persaingan kotor dalam pekerjaan, meraih status dan uang bahkan terkadang mengabaikan komitmen keluarga. Sebagai Muslimah, sepatutnya kita menghindari hal tersebut. Iman adalah fondasi terkuat bagi kepribadian kita. Fokus kita harus merupakan kontrol yang kuat terhadap diri kita sendiri dan rumah kita, sehingga tubuh, jiwa, dan pikiran kita selalu hadir untuk beribadah kepada Allah lewat ketaatan kita. Sepertinya banyak dari kita berkesimpulan bahwa tidak ada cara lain untuk hidup, tidak sadar bahwa keputusasaan datangnya sari Syaithan yang telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan kita. Hanya orang-orang yang muhsin yang mampu menghindar dari tipuan Syaithan dan istiqamah terhadap perintah Allah sebagai hambaNya yang beriman. Gaya hidup kita terlajur materialistis sampai-sampai tidak ada ruang untuk menutrisi iman kita, tapi gaya hidup ini dibuat sendiri oleh kita, dan kabar baiknya, bisa diubah oleh kita juga. Katakan tidak pada pornografi Kita semua mengaku jijik dengan iklan-iklan cabul di media, sayangnya kita masih tidak malu-malu menonton iklan-iklan yang nyatanya menantang harga diri kita. Bagaimana kita bisa mempertahankan rasa malu dan kehormatan kita saat menonton iklan-iklan seperti itu dengan ayah, saudara laki-laki, dan anak-anak kita dan dengan pasrah menyalahkan semuanya kepada media? Kualitas pokok rasa malu harus tertanam kuat pada karakter setiap Muslim yang mengakar teguh sehingga penyimpangan terhadap ketidaksopanan sekecil apapun itu tidak akan bisa diterima. Bahkan tidak boleh ada kompromi dalam urusan asset spiritual dan mengatakan tidak untuk hal itu, merupakan sebuah langkah penting dalam mereklamasi identitas dan keluarga kita sebagai Muslim. Dari haram ke halal Sudah tentu keinginan setiap Muslim untuk menjadi salah satu hamba yang dicintai Allah Subhaanahu wa ta’aala, akan tetapi kenyataan justru kita menentang Allah dan RasulNya, misalnya, dengan mendukung praktik riba. Kita harus percaya bahwa Allah adalah Maha Pemberi Rizki. Kita tak bisa menghindar dariNya dan satu-satunya jalan menuju sukses adalah taat padaNya. Riba hukumnya haram dan tidak ada keberkahan dalam hal yang haram, dan lagi tidak ada kepuasaan atas kekayaan yang diperoleh. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengambil dari dunia ini sebanyak yang kita perlukan saja. Tanyakan dirimu, mengapa meski lemari kita penuh dengan pakaian tapi merasa tidak punya baju untuk dipakai? Barangkali, pakaian takwa-lah yang belum ada dalam hidup kita, dan hingga pakaian itu masih belum kita miliki, kita akan selalu merasa kurang. Jadi, khawatir untuk mendapatkan “pakaian takwa” yang lebih penting di atas semua jeis pakaian; yaitu sadar akan adanya Allah. Hal ini membantu kita untuk beralih dari haram ke halal, dalam setiap aspek kehidupan, insyaaAllah. Mendahulukan akhirat, sebuah cara pandang baru Sumber kebahagiaan kita menentukan ketakutan dan penyesalan kita. Saat kita menjadikan dunia sebagai kebahagiaan terbesar kita, kehilangan secuil dari dunia membuat kita sedih luar biasa. Dunia itu sendiri, secara fitrah, sia-sia. Kecuali jika kita menjaga diri kita dari nafsu mendapatkan dunia demi dunia itu sendiri, kita akan dikelilingi ketakutan dan penyesala yag akan membuat kita jauh dari Allah. Jika perhatian utama kita adalah akhirat, maka kita bisa menangis, tersenyum, bahkan takut karena Allah, menyesali dosa-dosa kita dan mulai mencari ridha Allah subhaanahu wa ta’aala. Kitalah yang menghuni dunia ini, bukan dunia yang “menghuni” diri kita. Gaya hidup kita akan benar-benar berubah jika tujuan kita sukses akhirat dan dunia ini hanya merupakan sarana untuk mencapai Jannah. Gaya hidup kita akan menjadi lebih sederhana dan memudahkan kita untuk mempraktikkan ajaran Islam itu sendiri. Singkatnya, kita harus menegaskan kembali identitas kita sebagai seorang Muslim dalam semua hal; bagaimana mengikuti jalan yang benar dalam mendapatkan penghasilan, menghabiskan waktu bersama keluarga, berbelanja seperlunya dan membesarkan anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam. Kita harus berusaha tersenyum dengan tulus, bukan hanya dengan mengirim smile emoticon di ponsel, kita harus merasa cantik tanpa harus bermake-up tebal bahkan sampai menjalani operasi plastik yang menyakitkan. Kita harus memulai perjalanan menuju penemuan jati diri. Perjalanan ini akan mulai dengan sendirinya segera setelah kita menerima Allah sebagai tuhan kita dan Muhammad sebagai nabi kita, dan Islam sebagai agama kita. Mari memulai perjalanan untuk mencari potensi diri kita yang menakjubkan ini.*/Artikel merupakan tulisan Farah Mehboob di Karakter seseorang muslimah merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam yang mampu menegakan sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia. Karena dari rahim muslimah sejati lahir bibit-bibit penerus umat. Untuk menambah pengetahuan Anda, berikut kesepuluh karakter yang seharusnya dimiliki seorang muslimah sejati agar lahirkan bibit unggul umat Islam1. Salimul AqidahBersih akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang Shahihul IbadahBenar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat Matinul KhuluqMulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam Rahmatan Lil Alamin.4. Qowiyul JismiKuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh Mutsaqoful FikriLuas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi Qodirun alal KasbiMampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan Mujahidun linafsihiBersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang Haritsun ala waqtihiEfisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh Munazhom Fii Su’unihiTertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Seorang muslimah sejati juga dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik Naafi’un Li GhairihiMempunyai akhlak bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.