Tuhanmemampukan kita untuk mampu mengatasi berbagai masalah dalam hidup ini bahkan mengalahkan roh-roh jahat. Ini akan memberi perbedaan nyata antara berjalan mengandalkan diri sendiri dan mengandalkan Tuhan. Kita juga bisa melihat kunci kemenangan Daud dalam menghadapi peperangan. Daud tahu bahwa mengandalkan manusia itu adalah sia-sia belaka.
BalasPokok Doa tentang Lepas dari Dosa Seksual. 04/12/2019 - 15:52. admin. Daud beroleh kesempatan menginjakkan kaki di istana untuk menghibur raja dengan permainan musiknya itu (1 Samuel 16:18-23). Dalam urusan-urusan teknis, seorang pemimpin harus mengandalkan Tuhan. Ada beberapa orang yang membedakan urusan teknis (materi) dengan
4 Me & 23 Slaves. Film survival menegangkan lainnya datang dari karya sutradara Sakichi Sato yang juga menggarap Tokyo Zombie (2005). Kali ia menggarap sebuah film yang mengisahkan tentang 23 orang yang bergabung dalam sebuah permainan psikologi yang mempertaruhkan nyawa.
Habakuk3:19. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: e Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. f (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi). "TUHAN Allah adalah kekuatanku, dan Dia membuat kakiku seperti rusa, Dia membuatku berjalan pada tempat-tempat tinggi.". Untuk pemimpin pujian. Dengan permainan
Lanjutke tahap ketiga, Nuthuk, bila sang pemain berhasil mengumpulkan poin dalam tahap sebelumnya. Pada tahap ini, sang pemain harus meletakkan tongkat pendek pada lereng lubang luncur dengan posisi miring 45 derajat. Ia harus memukul ujung tongkat pendek yang menyembul ke permukaan tanah dengan tongkat panjang agar dapat mengudara, lalu
MemandangTuhan Renungan Harian Remaja Matius 14: 24-30. Ada sebuah permainan yang dilakukan di daerah salju oleh beberapa anak, yaitu suatu permainan yang membuat penampakan garis lurus dengan menggunakan jejak kaki tanpa bantuan alat dan pohon yang ada di sekitar permainan itu sebagai tujuan akhir dengan jarak 100 meter dari jarak mula-mula.
AyatAlkitab Yeremia 17:7 dan ayat selanjutnya menjelaskan pengertian tentang pemberian berkat dari Tuhan Yesus Kristus. Ayat ini bertolak belakang dengan Yeremia 17:5-6 yang menyinggung tentang kutuk. Jika dilihat secara keseluruhan, Yeremia 17 merupakan pasal yang membahas tentang "Pergumulan Nabi oleh Karena Bangsa yang Berdosa
Karenapada waktu mengalami masalah, kita tidak mengandalkan Tuhan yang memberi kita kekuatan kepada kita. Perhatikanlah firman Tuhan dalam Yeremia 17:5-8! Ternyata, Tuhan berlaku keras terhadap orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri. Tuhan bukan hanya mempermasalahkan, tetapi bahkan mengutuk orang yang berlaku demikian.
HyZEy. Bermain sambil Memuliakan Tuhan Bacaan Alkitab Efesus 429-32 Berdoa dan Bernyanyi A. Pengantar Jawablah pertanyaan berikut! 1. Permainan apa saja yang sering kamu mainkan? Apa yang kamu rasakan ketika sedang bermain? 2. Ceritakan sebuah pengalaman menyenangkan saat kamu bermain! Cerita Bermain sambil Memuliakan Tuhan Simaklah cerita berikut! Anto dan teman-temannya hampir setiap Sabtu sore bermain sepeda, berkeliling di lingkungan perumahan mereka. Di sekitar perumahan tersebut ada taman yang cukup luas untuk bermain dan berolah raga. Suatu sore, ketika Anto dan teman-temannya sedang bersepeda, mereka melihat Kakek Edi tetangga mereka, sedang jalan di sekitar taman tersebut. Mereka terkejut ketika melihat kakek itu tiba-tiba jatuh. Mereka langsung menghampiri Kakek Edi. Nampak wajah kakek itu sangat pucat. Ternyata kakek Edi tiba-tiba sakit, ia pusing dan kehilangan keseimbangan badan sehingga terjatuh. Sri teman Anto, selalu membawa botol minum ketika bersepeda. Sri langsung mengeluarkan botol minum dan diberikan kepada Kakek Edi. Mereka memegang tangan Kakek Edi untuk berdiri dan dibopong menuju kursi di taman. Kakek Edi duduk menenangkan diri, ditemani Anto dan kawan-kawan. Kakek Edi masih belum terlalu kuat untuk berjalan karena masih sedikit pusing. Anto segera mengayuh sepedanya menuju rumah sang kakek yang tidak jauh dari taman itu dan memberitahukan kejadian tersebut kepada Pak Agus, anak Kakek Edi. Pak Agus sangat berterima kasih kepada Anto karena telah membantu menyampaikan kabar tentang ayahnya. Pak Agus bergegas menuju ke taman untuk menjemput ayahnya. Anton dan teman-temannya melanjutkan bermain sepeda dengan gembira. Anto, Sri dan teman yang lain sangat bersukacita karena mereka telah menolong tetangga mereka. Ketika pulang ke rumah, kejadian itu diceritakan kepada orang tua mereka. Mereka mendapat pujian dari orang tua mereka karena menolong kakek Edi. Tindakan menolong Kakek Edi adalah perbuatan yang memuliakan Tuhan. Anto dan teman-temannya merasakan sukacita yang begitu besar karena ketika sedang bermain mereka bisa menyenangkan hati Tuhan dengan menolong orang lain. Sumber dokumen Kemdikbud C. Memahami Makna Bermain sambil Memuliakan Tuhan Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Apa yang dilakukan oleh Anto dan teman-temannya ketika sedang bermain sepeda dan mendapatkan seorang kakek yang sedang sakit dan terjatuh di jalan? Mengapa mereka melakukan hal tersebut? 2. Pernahkah kamu menolong orang lain ketika sedang bermain? Tuliskan pengalamanmu! D. Pendalaman Materi Bermain sambil Memuliakan Tuhan Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan. Hampir semua orang suka bermain, baik sendiri, maupun bersama orang lain. Ada yang senang bermain permainan tradisional seperti bermain layang-layang, kelereng, lompat tali, kasti, benteng, congklak, balap karung, petak umpet, dan monopoli. Ada juga yang senang dengan permainan modern, seperti video game, nintendo, playstation dan berbagai jenis permainan lain yang menggunakan alat elektronik seperti televisi, komputer, atau berbagai gadget telepon seluler, tablet, dsb.. Zaman sekarang banyak orang lebih suka pergi bermain ke tempat warnet warung internet, memainkan permainan yang disebut game online seperti Point Blank, Warcraft Dota, Counter Strike, Lost Saga, dll. Ada juga yang senang permainan olahraga seperti sepak bola, basket, berenang, bulutangkis, futsal, dan sebagainya. Ada juga permainan petualang, misalnya mencari jejak, atau menemukan sebuah benda yang hilang. Pada dasarnya, semua permainan anak-anak sangat menyenangkan. Akan tetapi, hal penting yang harus diingat adalah setiap permainan yang kita pilih atau mainkan haruslah memuliakan Tuhan. Tahukah kamu permainan mana yang memiliki dampak positif lebih banyak? Sebenarnya, permainan tradisional lebih banyak membawa dampak positif bagi kita karena dalam permainan kita banyak belajar secara nyata. Kita dilatih untuk berinteraksi dengan orang lain, karena kebanyakan permainan tradisional dimainkan bersama teman atau secara berkelompok. Permainan benteng misalnya bermanfaat untuk melatih kecepatan, kesabaran dan daya pikir bertaktik. Permainan lompat tali dapat melatih ketepatan. Permainan tradisional tidak perlu mengeluarkan uang untuk bermain. Permainan modern, misalnya bermain game online memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain dapat menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama, dapat menguasai komputer dan teknologi dengan baik. Dampak negatifnya bisa menjadi candu. Kecanduan bisa lupa waktu. Dampak lainnya, jika belum memiliki penghasilan sendiri, terkadang berani mengambil uang orangtua untuk bermain di Warnet. Permainan modern membutuhkan uang untuk membeli alatnya ataupun menyewa. Dampak lainnya, jadi bolos sekolah hanya untuk bermain Game atau lebih mementingkan bermain ketimbang sekolah. Hal lainnya, dapat menyebabkan gangguan kesehatan misalnya kerusakan pada mata karena terlalu sering dan lama berada di depan layar monitor; dapat berakibat sakit atau cedera tulang belakang karena tidak bergerak dalam waktu lama. Dampak buruk yang lain adalah kurang bersosialisasi karena lebih sering berhadapan dengan dunia maya, memicu sifat ego dan individualistis. Permainan modern, khususnya game online memiliki dampak yang sangat membahayakan dan mengkhawatirkan. Permainan modern dapat menimbulkan rasa jengkel yang berlebihan bahkan bisa berlarut-larut karena lawan kita bermain adalah sebuah mesin. Jika kita kalah, tidak ada yang menghibur kita. Sedangkan, permainan tradisional kemenangan’ bukanlah hal yang utama. Jika kita kalah, ada teman yang menghibur. Di sini, kita dapat belajar untuk menerima kekalahan dan menganggap kemenangan bukanlah hal yang perlu disombongkan. Bagaimana caranya kita memuliakan Tuhan saat bermain atau sambil bermain? Rasul Paulus menasihati kita dalam Surat Efesus 429-32 agar memiliki sikap sebagai berikut 1. Tidak mengeluarkan kata-kata kotor ketika sedang bermain ayat 29 2. Tidak geram, tidak marah atau tidak bertikai ayat 31 3. Tidak memfitnah dan tidak berbuat jahat ayat 31 4. Bermain dengan ramah ayat 32 5. Bermain dengan penuh kasih ayat 32 6. Saling mengampuni jika ada teman yang salah ayat 32 Kita harus ingat bahwa ketika bermain kita tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang kotor seandainya kita tidak menang. Kita harus berjiwa besar untuk menerima kekalahan. Kita tidak perlu marah atau geram kepada lawan main kita. Apalagi sampai bermusuhan, itu bukanlah perbuatan yang dikehendaki Allah. Bermainlah dengan jujur. Jangan melakukan kecurangan hanya untuk menang. Apalah artinya kemenangan jika kita melakukan tindakan yang menyedihkan hati Tuhan yaitu dengan berlaku curang, memfitnah atau melakukan tindakan kejahatan. Jangan bertindak egois, mau menang sendiri. Berlakulah rendah hati ketika bermain atau ketika kita menang, dan berbagi kegembiraan serta sukacita dengan teman. Melalui bermain, kita juga diajar untuk memiliki sikap saling tolong-menolong dan bekerjasama. Pada akhirnya sikap saling mengampuni juga harus tercermin saat kita bermain sehingga kita sungguh-sungguh dapat memuliakan Tuhan. Sama halnya dengan sebuah kisah lomba permainan olahraga tinju pada tahun 1997 di Las Vegas, antara petinju kelas berat Mike Tyson yang berhadapan dengan Evander Holyfield. Dalam pertarungan tersebut Tyson kesal ketika menerima tandukan dari lawannya, Holyfield. Tyson jadi kehilangan ketenangan di atas ring, dia sangat marah dan menggigit telinga Holyfield hingga terpotong sedikit. Holyfield tidak dendam, justru ia memaafkan perbuatan Tyson. Setiap anak Tuhan dituntut untuk memiliki sikap seperti yang ditunjukkan oleh Holyfiled yaitu sikap mau mengampuni lawan bermainnya. Bermain adalah hal yang menyenangkan oleh karena itu harus kita syukuri. Kita bersyukur atas setiap kegembiraan yang kita alami saat bermain. Kenapa kita harus bersyukur? Karena sukacita atau kegembiraan itu berasal dari Tuhan. Raja Daud menulis dalam Mazmur 48 bahwa kegembiraan itu berasal dari Tuhan. Saat bermain adalah saat kita belajar untuk memuliakan Tuhan melalui sikap dan tindakan yang benar. Sikap yang selalu bergembira dan ceria serta tindakan yang selalu menunjukkan kebenaran dan kasih Tuhan. Ketika hal- hal yang baik, benar dan positif kita tunjukkan dalam bermain, saat itulah kita juga sedang memuliakan nama Tuhan. E. Menghayati Makna Bermain sambil Memuliakan Tuhan 1. Jawablah pertanyaan berikut ini! a. Apa artinya bermain sambil memuliakan Tuhan? b. Mengapa kita harus bersyukur saat bermain? c. Sebutkan dampak positif dan negatif dari bermain? d. Bagaimana seharusnya sikap kamu ketika bermain sambil memuliakan Tuhan? 2. Buatlah kliping yang berisikan kumpulan gambar permainan tradisional dan modern. Pada setiap gambar yang kamu kumpulkan, sebutlah jenis atau nama permainan tersebut, serta jelaskan dampak positif dan negarif dari permainan itu! Di akhir kliping tersebut, tulislah tekadmu dalam memuliakan Tuhan ketika bermain. F. Belajar dari Nyanyian Dengan penuh penghayatan, nyanyikanlah lagu dari Kidung Ceria nomor 2332-3, yang berjudul “Yesus Menginginkan Daku”. Renungkanlah setiap kata yang kamu nyanyikan. Sesudah menyanyikan lagu tersebut, tuliskanlah pesan nyanyian tersebut untuk kamu. Kidung Ceria 2332-3 “Yesus Menginginkan Daku” 2. Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ku bermain. bersinar; itulah kehendak Yesus, bersinar, bersinar, aku bersinar terus. 3. Kumohon Yesus menolong, menjaga hatiku, agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku. Ref. G. Rangkuman Bermain adalah hal yang menyenangkan, oleh karena itu harus kita syukuri. Dengan bermain kita dapat memuliakan Tuhan. Permainan yang memuliakan Tuhan adalah permainan yang memberikan pengaruh yang baik dan memberi dampak positif bagi kita. Bermain sambil memuliakan Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain bermain dengan sopan, jujur, tidak egois atau mau menang sendiri, bekerjasama, tidak bertikai, bermain dengan ramah, penuh kasih, tidak menyakiti teman, saling menolong dan saling memaafkan. H. Doa Allah yang baik, kami bersyukur untuk kegembiraan yang kami rasakan ketika bermain. Tolonglah kami agar dapat memilih permainan yang baik dan benar. Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu, agar tindakan selalu memuliakan nama-Mu ketika bermain. Dalam nama Kristus Yesus, kami berdoa. Amin.
Dalam kehidupan kita sebagai manusia tentu ada saatnya dimana kita merasa hidup ini berat dan penuh tekanan. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. Masalah seseorang dengan orang yang lain tentu berbeda-beda, namun tahukah kita bahwa kita akan mencapai satu titik yang sama dimana tidak ada lagi yang bisa kita andalkan selain Tuhan. Tidak ada yang mengasihi kita seperti Tuhan mengasihi saat seperti itulah orang akan mulai mencari Tuhan dan berserah kepada Tuhan. Ketika jalan terasa buntu, barulah orang teringat akan Tuhan dan meminta pertolongan. Apakah sikap seperti ini yang dimaksud mengandalkan Tuhan?Dalam Yeremia 177-8 dikatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan itu seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang daunnya tetap hijau dimusim kering. Bahkan tetap bisa menghasilkan buah dimasa tahun kering 177-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan membaca ayat tersebut, seringkali yang diingat seseorang adalah tentang berkatnya, dimana orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati. Hal tersebut memang tidak salah, karena Firman Tuhan memang berkata demikian. Namun yang seringkali keliru adalah pemahaman atau pengertian mengenai mengandalkan Tuhan. Orang berpikir bahwa mengandalkan Tuhan adalah sikap ketika mengalami kesulitan hidup yang sudah tidak bisa kita atasi sendiri, barulah kita datang dan meminta pertolongan Tuhan. Namun pengertian mengandalkan Tuhan tidaklah lebih memahami apa itu mengandalkan Tuhan, maka kita perlu membandingkan dengan Yeremia 177-8 terjemahan bahasa Inggris New English TranslationJeremiah 177-8 NET My blessing is on those people who trust in me, who put their confidence in me. They will be like a tree planted near a stream whose roots spread out toward the water. It has nothing to fear when the heat comes. Its leaves are always green. It has no need to be concerned in a year of drought. It does not stop bearing bila diterjemahkan menjadiYeremia 177-8 NET Berkat-Ku ada atas orang-orang yang percaya kepada-Ku, yang menaruh kepercayaannya kepada-Ku. Mereka akan seperti pohon yang ditanam di dekat aliran air yang akarnya menjalar ke air. Tidak ada yang perlu ditakuti ketika panas datang. Daunnya selalu hijau. Tidak perlu khawatir di tahun kekeringan. Itu tidak berhenti menghasilkan ayat tersebut kita dapat memahami bahwa mengandalkan Tuhan itu diartikan sebagai percaya dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan serta berakar di dalam Tuhan Berarti Percaya dan MempercayakanDalam terjemahan bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang mengandalkan Tuhan, tetapi dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai orang-orang yang percaya dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Dari sini kita dapat belajar bahwa ternyata, pengertian mengandalkan Tuhan bukan hanya ketika kita terjepit kemudian mencari Tuhan. Namun mengandalkan Tuhan adalah bagaimana dalam seluruh kehidupan kita percaya dan mempercayakan hidup kita kepada apa beda percaya dan mempercayakan?Percaya adalah sikap hati kita yang yakin bahwa Tuhan sanggup menolong dan menyelamatkan, sedangkan mempercayakan adalah tindakan kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan karena kita percaya. Analogi sederhananya misalkan saja seperti ini. Ketika kita akan membuat KTP atau Akta Lahir kita percaya bahwa perangkat desa seperti Ketua RT atau Kader desa dapat membantu kita mengurusnya karena itu memang bagian dari pekerjaan mereka. Tetapi kita bisa saja tidak mempercayakan hal tersebut kepada mereka. Kita bisa saja mengurus sendiri ke dinas kependudukan. Sekalipun kita percaya, namun kita dapat memilih mau mempercayakan atau tidak. Demikian pula hubungan kita dengan Tuhan. Sebagai manusia tentu kita percaya bahwa Tuhan itu mahakuasa dan sanggup menolong kita menghadapi persoalan kehidupan, tetapi belum tentu kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Bisa jadi kita memilih untuk menghadapinya sendiri. Baru setelah jalan buntu, kita minta sebab itulah, mengandalkan Tuhan diartikan bukan hanya sekedar percaya, namun juga mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Bagaimana dengan hidup kita? Sudahkah kita mengandalkan Tuhan dalam pengertian yang seperti itu? Atau selama ini kita hanya percaya dalam hati namun tidak pernah mau mempercayakan hidup kita kepada Tuhan?Mengandalkan Tuhan Berarti Bergerak AktifMengadalkan Tuhan bukan sikap yang pasif dimana kita menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan kemudian kita berdiam diri berharap semua dapat diselesaikan. Mengandalkan Tuhan merupakan tindakan aktif dengan melakukan bagian kita dengan sikap hati yang percaya bahwa Tuhan pasti menolong kita dalam menghadapi segala Yeremia 178 tadi dikatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan itu seumpama pohon yang ditanam ditepi air dan merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air. Pohon itu daunnya tetap hijau bahkan tetap menghasilkan buah dalam tahun kering ini bisa digambarkan seperti bila kita pergi ke suatu hutan atau daerah dimana ada banyak pohon. Di daerah tersebut sedang musim kering dan hampir semua pohon kering dan layu, serta tidak sedikit pula yang akhirnya mati. Namun diantara pohon-pohon kering tersebut ada pohon yang berbeda dengan keadaan banyak pohon yang lain. Pohon itu tetap hijau daunnya bahkan berbuah. Demikanlah digambarkan orang yang mengandalkan yang membuat pohon itu tetap hijau dan berbuah?Dijelaskan disana bahwa yang membuat pohon itu tetap hijau daunnya dan berbuah adalah karena pohon tersebut merambatkan atau menjalarkan akarnya sampai ke air. Akar pohon ini kuat menembus tanah mencari air sebagai sumber kehidupan. Inilah rahasianya mengapa pohon tersebut dapat bertahan dalam tahun kering. Hal tersebut menjadi penggambaran bagi kita bahwa mengandalkan Tuhan itu bukan sikap yang instan. Mengandalkan Tuhan tidaklah sama dengan “The Power of Kepepet”, alias kalau terjepit baru lari kepada Tuhan. Mengandalkan Tuhan berawal dari membangun akar yang kuat di dalam bergerak mencari Tuhan akan membuat iman kita kuat dan terus terkoneksi dengan sumber air kehidupan. Ada hal yang perlu kita kerjakan, inilah makna mengandalkan Tuhan. Secara rohani berarti kita terus mendekat dan terkoneksi dengan Tuhan sebagai sumber air kehidupan dan secara jasmani kita terus berusaha melakukan bagian kita dalam menyelasaikan persoalan jelas bahwa mengandalkan Tuhan sama sekali bukanlah sifat yang pasif, namun merupakan sikap yang aktif. Seperti akar pohon yang akan terus bergerak mencari sumber air, karena pohon itu tahu bahwa tanpa air dia akan mati. Demikianlah hendaknya kita menyadari, bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Selamat merenungkan, tetaplah mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Tuhan Yesus memberkati..
ANDALKAN TUHAN DALAM HIDUPMU Oeh Mayora Semester lV SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IMANUEL NUSANTARA STTIN Setiap orang masing-masing menginginkan sebuah keberhasilan dalam kehidupan mereka, tetapi banyak mereka tidak mau berjuang untuk mencapai keberhasilan mereka sehingga mereka tidak pernah berhasil, namun sebagian dari mereka ada yang mau berjuang dan berhasil tetapi keberhasilan mereka itu mereka sombongkan dalam kehidupan mereka, mereka lupa bahwa keberhasilan yang mereka dapatkan itu adalah dari Tuhan. Sebagai manusia biasa kita sering melupakan Tuhan dalam setiap apapun yang kita lakukan, terkadang kita egois merasa diri kita hebat sehingga kita hanya mengandalkan kemampuan kita sendiri sedangkan di dalam Yeremia dikatakan Yeremia 177 “ Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya kepada TUHAN”, Dalam ayat ini sudah jelas sekali bahwa kita harus mengandalkan Tuhan dan harus berharap sepenuhnya kepada Dia. Yeremia 177 Firman Tuhan ini sangat luar biasa dalam kehidupan kita, kenapa? Karna di dalam ayat itu Tuhan telah berjanji kepada kita bahwa ORANG YANG MENGANDALKAN Tuhan dan YANG MENARUH HARAPANNYA hanya kepada Tuhan dalam segala Aspek dalam kehidupannya akan DIBERKATI oleh Tuhan. Perlu kita ketahui, jika kita mempercayai sepenuhnya kehidupan kita dan selalu berharap penuh kepada Tuhan, maka janji Tuhan ini terjadi dan digenapi, dan ada beberapa poing yang saya lotarkan dalam Artikel ini tentang “MENGANDALKAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA” Yeremia 177 yaitu Mengandalkan tuhan Mengandalkan Tuhan berarti kita merasa diri kita tidak bisa tanpa Tuhan dan itu sangat benar, perlu kita ketahui bahwa Tuhan itu adalah sumber kehidupan kita oleh sebab itu kita harus mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, karna tanpa mengandalkan Tuhan maka kita tidak akan pernah merasa bersyukur dan tidak akan pernah berhasil dalam tujuan hidup kita. Berharap penuh kepada Tuhan Jika kita berharap penuh kepada Tuhan maka harapan itu tidak akan sia-sia, namun sebaliknya jika kita tidak berharap kepada Tuhan maka kita akan selalu merasakan penderitaan dalam hidup kita. Seperti ada yang mengatakan “Berharaplah kepada Tuhan dan jangan berharap kepada Manusia”. Harapan adalah suatu keinginan terhadap sesuatu yang belum terjadi dan akan menjadi kenyataan bila kita bertekun tiada henti untuk memohon kepada Tuhan. Semakin kita hanya mengandalkan Tuhan, menaruh harapan kita kepada Tuhan dan hati kita tidak menjauh daripada Tuhan, maka makin besar Anugerah dan janji-janji Tuhan akan selalu terjadi dalam hidupmu. Dari ayat ini marilah kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepadanya, dan kita harus percaya bahwa rancangan Tuhan itu sangat luar biasa. Jangan pernah takut untuk gagal melakukan segala sesuatu, percayalah ketika kita selalu pecaya dengan janji Tuhan maka kita akan berhasil. Perlu kita ketahui di dalam Yeremia 175 “ Beginilah firman Tuhan “ terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”, ayat ini sangat jelas sekali kepada kita dan sangat menegeur kita bahwa orang yang mengandalkan manusia dan menaruh harapannya sepenuhnya kepada manusia maka kita akan terkutuk. Dan kita harus mendekatkan hati kita pada Tuhan karena jika hati kita diisi dengan kebencian, rasa sakit hati, dendam, maka jika kita pendam akan mempengaruhi kesehatan kita dan bisa juga mengakibatkan kita meninggal. Maka dari itu kita harus mengandalkan Tuhan dan berharap kepada Tuhan dan hati kita harus kita isi dengan kebenaran, kasih dan firman Tuhan. Dari ayat ini marilah kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kita kepada Tuhan dan jika hati kita tidak menjauh daripada Tuhan, maka makin besar Anugerah dan janji-janji Tuhan akan selalu terjadi dalam hidup kita. Refrensi ALKITAB Post Views