Berdasarkan informasi ini, berikut adalah perhitungan nilai masa depan dari uang dingin yang diinvestasikan tersebut jika bunganya majemuk. Future Value atau FV = Present Value atau PV X (1 + r) ^ n. FV = 50 juta X (1 + 15% atau 0,15) ^ 5. FV = 50 juta X (2.01) FV = 100, 5 juta. Jadi, melalui perhitungan nilai masa depan bunga majemuk, dengan Baca juga: Mengenal Apa Itu Saham Blue Chip dan Contohnya. Sementara itu, saham mid cap atau saham middle cap adalah saham dari emiten atau perusahaan dengan kapitalisasi pasar antara Rp 1 triliun sampai dengan Rp 10 triliun. Meski tak sebesar blue chip, namun saham yang masuk dalam kategori saham middle cap memiliki fundamental yang baik. Lebih lanjut FASB dalam SFAS 157 mengesahkan fair value sebagai exit value, dengan tanda setuju dari IASB untuk beberapa revervasi minor (Penman, 2007). Dalam Penman (2007) dinyatakan penerapan fair value dalam akuntansi disajikan dalam tiga cara, yaitu sebagai berikut: a. Fair value diaplikasikan dalam ‘atribut model campuran’ While the freehold land was stated at fair value with a revaluation surplus of $5,000, other assets were stated at cost less accumulated depreciation or amortization. The result of the impairment review is summarised below: Freehold land, at fair value Fair value less costs to sell Value in use Carrying amount $ 21,200 $ 22,000 $ 30,000 Investor harus dapat menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham dan apakah itu fair value atau tidak agar dapat mengambil keputusan dan keuntungan yang tepat. Kewajaran harga saham dapat dievaluasi dengan membandingkan nilai intrinsik atau nilai riil dengan harga saham di pasar, sehingga dapat diketahui bahwa harga saham B. Saran Sebagai mahasiwa kita harus memahami tentang penilaian saham dengan begitu kita dapat mengetahui apa saja jenis-jenis penilaian saham setelah itu dapat memahami metode penilaian saham. 9 DAFTAR PUSTAKA. Hatono, J. (2000,November Kamis). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta.2000. Terdapat beberapa rasio keuangan yang paling penting di dalam analisis fundamental ketika memilih saham, yaitu: 1. Earning Per Share (EPS) EPS merupakan laba bersih yang berasal dari satu lembar saham. Jika nilai EPS adalah Rp100, maka setiap lembar sahamnya akan menghasilkan laba sebesar Rp100 juga. Saham perusahaan memiliki beta saham sekitar 0.37. Sementara itu, untuk ekspektasi return pasar, anda dapat menggunakan return historis, misalnya nilai rata-ratanya adalah sebesar 10% dalam 20 tahun terakhir. Dalam contoh ini, kita dapat menghitung biaya ekuitas sebagai berikut: CAPM = 5,06% + [0,37 x (10% – 5,06%)] = 6,89% dbJCd.